CEGAH NARKOBA & HIV/AIDS

PREVENTING DRUGS ABUSE & HIV/AIDS
By : LKPI Foundation

Selamatkan 45 juta Anak Bangsa Dari Penyalahgunaan NARKOBA dan HIV/AIDS

S
ebuah bangsa akan hancur, jika generasi mudanya rusak. Generasi muda akan rusak, jika kita tidak mampu melakukan pengasuhan dan bimbingan dalam aspek spritual, nilai dan prilaku keagamaan yang setinggi-tingginya. Oleh karena itu kita berkewajiban untuk memberikan perlindungan dan menyelamatkan mereka dari hal-hal yang buruk antara lain dari bahaya penyalahgunaan narkoba.


Sejak dini generasi muda harus diberi pengetahuan tentang bahaya narkoba, sehingga mereka memiliki kemampuan menolak apabila diajak atau ditawari narkoba.

Negeri kita Indonesia pada saat ini memiliki tidak kurang dari 45 juta anak bangsa yang duduk di bangku pendidikan mulai Sekolah Dasar, SLTP, SLTA dan Perguruan Tinggi. Kelak
negeri ini akan berada di tangan mereka. SAVE YOUTH sebelum terlambat.

Thursday

Polda Sumut Bongkar Sindikat Narkotika

Jumat, 13 Februari 2009 02:15 WIB

Penulis : Yennizar
MEDAN--MI: Direktorat Narkoba Polda Sumatra Utara (Sumut) membongkar sindikat narkotika asal Malaysia dan menangkap lima tersangka serta mengamankan 775 butir ekstasi dan 1 ons lebih sabu.

Direktur Narkoba Polda Sumut, Kombes Anjan Pramuka, Kamis (12/2) mengatakan para tersangka merencanakan akan mengedarkan narkoba ini di Medan dan Jakarta. "Hingga kini petugas masih terus mengadakan pengembangan penyelidikan. Petugas juga masih memburu dua tersangka lainnya yang berperan sebagai pemasok dari Malaysia," jelasnya.

Menurut Anjan, kelima tersangka yaitu Syaiful Bahri, Fahrur Rozi, M Ayub Yusuf, Hamdan Sulaiman dan Rusli Hanafiah ditangkap petugas dari dua lokasi terpisah. Terbongkarnya sindikat ini berawal dari tertangkapnya Syaiful Bahri, Fahrur Rozi dan M Ayub Yusuf yang kedapatan membawa sabu seberat 1 ons lebih senilai Rp120 juta.

"Dari ketiga tersangka petugas memperoleh informasi bahwa sabu itu diperoleh dari Hamdan Sulaiman dan Rusli Hanafiah yang didapat dari Nanggroe Aceh Darusallam (NAD). Petugas juga menemukan 775 butir ekstasi kelas satu senilai ratusan juta rupiah," jelas Anjan. (YN/OL-06)

Wednesday

Ganja Tingkatkan Resiko Kanker Testis



Awas! Ganja Tingkatkan Resiko Kanker Testis
By Republika Newsroom
Selasa, 10 Februari 2009 pukul 18:02:00




GANJA KERING

WASHINGTON -- Peneliti di Amerika Serikat pada sebuah studi mengatakan memakai marijuana alias ganja dapat meningkatkan resiko kanker testis. Bahkan dalam beberapa kasus bisa berkembang menjadi penyakit yang ganas, kata peneliti tersebut.

Penelitian yang melibatkan 369 pria dengan usia 18 sampai 44 tahun dengan kanker testis dan 979 pria, berusia sama tanpa kanker testis menunjukan bahwa pemakai marijuana, memiliki resiko 70 % lebih besar dibandingkan mereka yang tidak memakai.

Resiko makin tinggi pada pria yang menggunakan marijuana lebih dari 10 tahun dan memakainya lebih dari satu kali seminggu atau mulai menggunakannya pada usia 18 tahun, lapor peneliti pada the journal Cancer.

Stephen Schwartz, salah satu peneliti dari the Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle, mengatakan penelitian ini pertama kalinya dilakukan untuk menguji kemungkinan adanya hubungan antara penggunaan marijuana dan kanker testis.

"Ini adalah penelitian pertama yang menguji masalah ini, tapi masih belum pasti. Untuk itu diperlukan lagi penelitian yang harus dilakukan agar benar-benar dapat diketahui apakah benar menggunakan marijuana berpotensi untuk meningkatkan resiko kanker testis pada pria," ungkap Schwartz pada percakapan di telepon.

Penelitian menemukan, peningkatan resiko tedapat pada kanker terstis nonseminoma. Angkanya mencapai 40% dari keseluruhan kasus dan dapat menjadi lebih berbahaya, kata Schwartz.

Namun para ahli tidak yakin akan penyebab terjadinya kanker testis, yang menyerang pada pria pada usia 20 hingga 30. Penyakit ini lebih terjadi pada pria yang memiliki sejarah turunan kanker testis.

Penyakit ini biasanya merespon baik terapi dan menunjukan dapat bertahan hingga 5 tahun sebanyak 96%, menurut asosiasi kanker amerika serikat.

Peneliti mengatakan, tidak yakin bahwa marijuana dapat meningkatkan resiko kanker testis. Tapi pengguna marijuana kronis dapat beresiko pada sistem reproduksi termasuk pada penurunan kualitas, katanya.

Marijuana atau ganja sendiri kerap dikonsumsi dalam bentuk daun kering yang dikenal dengan sebutan. Ganja dicampurkan bersama tembakau, atau bahkan ganja murni dijadikan rokok. Di Indonesia ganja banyak ditemukan di beberapa pedalaman dan dataran tinggi Aceh. Cara yang lebih baik, sayangi tubuh anda dengan menghindari pemakaian ganja dan segala bentuk narkoba./reuter/cr1/it

Monday

BANDAR ECSTASY DIBEKUK

Selasa, 03/02/2009.11.20
E.Mei Amelia - detiknews


Bandar Ekstasi Dibekuk, 225 butir Pil Disita

Jakarta - Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya membekuk seorang bandar ekstasi. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti pil ekstasi sebanyak 3 klip plastik dengan total sebanyak 225 butir.

Foto : dok.detikcom

"Dia dikenakan UU Psikotropika, dan kasus ini sedang kami kembangkan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulkarnain kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (3/2/2009).

Pelaku berinisial HP alias Yang Yang ditangkap saat hendak melakukan transaksi dengan petugas polisi yang sedang menyamar sebagai pembeli. HP ditangkap di Ruko Tunggal lt 2 Jl Waspada Raya No 3 Pademangan Barat, Jakarta Utara, pada pukul 09.00 WIB kemarin.

Berdasarkan informasi masyarakat, pelaku HP kerap kali mengedarkan barang haram tersebut di lokasi tersebut. Akibat perbuatannya, HP kini harus mendekam di tahanan narkoba Polda Metro Jaya.

(mei/mad)

Saturday

JABAR PERANGI HIV


Dede Yusuf Ajak Warga Jabar Perangi HIV / AIDS
Sabtu, 31 Januari 2009
TB. Ardi Januar

JAKARTA - Pemerintah perlu berkonsentrasi menangani masalah narkoba untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS. Pasalnya, jarum suntik narkoba menjadi sumber utama penyebaran HIV/AIDS, seperti yang terjadi di Provinsi Jawa Barat saat ini.

"Dengan mengatasi sumbernya itu, laju epidemi HIV/AIDS bisa dihentikan. Kita upayakan agar narkoba itu tidak mudah beredar. Selain itu, pengguna narkoba juga diusahakan dapat mengikuti program pemulihan dari ketergantungan," ungkap Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf, dalam rilis yang diterima okezone, Sabtu (13/12/2008).

Selaku Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jabar, Dede juga mengatakan saat ini tidak ada satupun provinsi di Indonesia yang bebas dari HIV dan narkoba. Bahkan, kata dia, laju penyebaran HIV di Indonesia merupakan salah satu yang tercepat di dunia.

"Jawa Barat menjadi salah satu provinsi prioritas penanggulangan HIV/AIDS di tingkat nasional. Kenyataan ini hendaknya mendorong kita lebih bersungguh-sungguh dalam menanggulangi, HIV dan narkoba di Jawa Barat," ucapnya.

Hingga September 2008, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mencatat secara kumulatif terdapat 4.051 kasus HIV/AIDS (1.726 HIV positif dan 2.325 AIDS). Saat ini, sekitar 67 % kasus HIV/AIDS disebabkan penggunaan jarum suntik tidak steril di kalangan pengguna narkoba suntik. (teb)

Source : okezone


HIV /AIDS Serang Ibu dan Anak



HIV/AIDS SERANG IBU DAN ANAK

Sabtu, 31 Januari 2009 - 23:05 wib

SURABAYA - Virus HIV/AIDS di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, ditengarai telah merambah hingga kelompok resiko tidak langsung (RSTL) seperti ibu rumah tangga dan anak-anak.

Program manajer Yayasan Media Surabaya Ian Sujianto memastikan, fenomena itu menyebabkan beberapa wanita yang suaminya bekerja di sektor pelabuhan, menderita infeksi menular seksual (IMS). Hal itu ditandai dengan munculnya bintik merah dan nanah pada sekitar kemaluan.

"Beberapa kelompok dampingan kami saat ini berlatar belakang ibu rumah tangga. Kuat dugaan mereka tertular dari suami yang sebagai pelayar karena dia juga mengalami IMS," ujar Ian Sujianto tanpa menyebut identitas spesifik penderita yang dimaksud.

Menurut data Yayasan Media jumlah pengidap memang belum banyak. Tapi, mereka adalah kelompok penderita tidak langsung (RSTL), dia berani memastikan ancaman HIV/AIDS di kawasan pelabuhan sudah masuk kategori bahaya serius. "Kasus di pelabuhan Gresik lebih parah lagi. Di sana penularan HIV/AIDS sudah mengenai suami-istri dan anak sekaligus," ungkapnya.

Ian meyakini, kasus di pelabuhan tak lebih baik. "Bisa jadi lebih parah. Karena disini adalah pelabuhan besar dengan akses dan aktivitas transaksi seksual lebih tinggi," tegasnya.

"Masalahnya yang berhasil kami jangkau baru sebagian saja. Tingginya mobilitas kelompok resiko tinggi serta terbatasnya waktu operasional klinik sering menjadi kendala," pungkasnya.

Seorang staf senior Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Perak mengatakan satu-satunya cara mencegah epidemic HIV/AIDS di pelabuhan adalah dengan memperluas distribusi kondom di kalangan kelompok high risk man (HRM) pelabuhan. (Destyan Soejarwoko/Sindo/teb)
Share
Berita Terkait: HIV/Aids

* Adpel Tanjung Perak Disentil Soal HIV/AIDS
* Empat Balita di Sukabumi Positif HIV
* Dede Yusuf Ajak Warga Jabar perangi HIV/AIDS
* 2.800 Warga Kota Surabaya Berstatus ODHA
* 200 Sopir Angkutan di Tasikmalaya Dites HIV/AIDS
* Klinik Penjual Heroin Akan Dibangun di Tangerang
* Mobil Klinik di Tanjung Perak Surabaya Terbatas

Source :okezone

Friday

Pabrik Sabu Di Palm Mutiara

Foto: Detiknet

Tersangka Sabu Belajar di Internet

Jumat, 30 Januari 2009 15:19 WIB

JAKARTA--MI: Para tersangka kasus pabrik sabu di perumahan Palem Mutiara Blok A3 No 18, Jakarta Barat, belajar membuat barang terlarang ini dari internet.

Direktur Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri Brigjen Harry Montolalu di Jakarta, Jumat, mengatakan, salah satu dari tiga tersangka mengaku mendapatkan pengetahuan soal shabu lewat salah satu laman intenet. "Selain dari internet, salah satu tersangka pernah kuliah di jurusan farmasi," katanya.

Dari data di internet dan pengetahuan soal farmasi itulah, salah seorang tersangka mencoba meracik sabu di rumah nomor 102 yang lokasinya tidak jauh dari pabrik sabu. "Mereka beberapa kali mencoba membuat sabu dan setelah berhasil baru memproduksi. Karena itulah, kualitas shabu yang dihasilkan cukup bagus."

Ia menegaskan, tersangka kasus ini masih tiga yakni Sg, Ws dan Eh sedangkan tiga orang lain yang ditangkap masih sebagai saksi. "Saksi tiga orang ini masih diperiksa polisi," katanya.

Untuk menyembunyikan pabrik ilegal ini, pengelola pabrik sabu membuka usaha warnet. (Ant/OL-06)

Tuesday

Rokok / Nicotine




Siswono Menolak Fatwa Haram Merokok
By : Lola Harmanurjeni, 09.01.20

AKARTA--MI: Ketua Badan Pertimbangan Organisasi (DPO) Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Siswono Yudo Husodo menolak rencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang akan mengeluarkan fatwa haram merokok.

Penolakan itu disampaikan dalam diskusi Menyikapi Kontroversi Tembakau dan Industri Ikutannya (Rokok) secara Obyektif yang digelar DPP Pemuda Tani Indonesia di Jakarta Design Center, Selasa (20/1).

''Saya dulu perokok berat. Tapi, sekarang berhenti merokok. Merokok memang tidak baik bagi kesehatan. Saya setuju pengendalian rokok, tapi tidak setuju bila MUI memfatwakan haram,'' kata Siswono.

Round Table Discussion Empat Jam Bersama Pemuda Tani Indonesia itu menghadirkan Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) Ismanu Soemiran, Seksi Cukai Tembakau II Bagian Kebijakan Bidang Cukai Hasil Tembakau Direktur Jenderal Bea dan Cukai Departemen Keuangan, dan Pengasuh Pondok Pesantren Ciwaringin Cirebon, Jawa Barat, KH Maksum.

Di Indonesia, kata Siswono, terdapat 6,1 juta orang yang terlibat langsung dalam industri tembakau. Jika dijumlahkan dengan tenaga kerja yang tidak terlibat langsung, jumlahnya bisa mencapai 30,5 juta orang. "Masa mau mendosakan para pekerja ini?,'' ujarnya.

Siswono menyatakan dengan bekerja, manusia berarti sedang memuliakan dirinya. Jadi MUI jangan sampai mengeluarkan keputusan yang menghilangkan lapangan kerja bagi orang-orang yang ingin memuliakan dirinya.

Selain itu, Siswono mengatakan bahwa konsumen rokok di dunia mencapai 1,5 miliar orang. "Di Indonesia sendiri, konsumen rokok lebih dari 15 juta orang. Masa orang-orang ini mau didosakan. Justru yang berbuat dosa ialah orang-orang yang mendosakan orang-orang ini,'' kata mantan menteri di era Orde Baru ini yang disambut tawa hadirin.

Pengasuh Pondok Pesantren Ciwaringin, Cirebon K.H. Maksum memastikan bahwa MUI tidak akan gegabah dengan mengeluarkan keputusan haram bagi rokok. Sebab sampai saat ini belum ditemukan dalilnya didalam Al-Qur'an maupun Al-Hadist.

"Hukum merokok itu bermacam-macam. Tergantung kondisi dan keadaannya. Bisa saja merokok itu hukumnya wajib jika seorang guru tidak bisa mengajar akibat pusing karena belum merokok," terangnya.

Diskusi berlangsung 'panas' karena bertemunya dua kepentingan yang berbeda, yakni kelompok anti-merokok (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan pro-merokok (petani tembakau dan industri tembakau).

Sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak MUI mengeluarkan fatwa haram merokok, karena anak-anak telah menjadi korban merebaknya budaya merokok. (X-4)